Rabu, 16 Juli 2014

Soekarno dan Kebudayaan Bangsa

Judul Buku: Soekarno: Visi Kebudayaan & Revolusi Indonesia
Penulis: Nurani Soyomukti
Penerbit: Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2010
Tebal: 260 halaman
Peresensi: Hendra Sugiantoro *
Kedaulatan Rakyat, 30 Jan 2011

Saut Situmorang: Buku 33 Tokoh itu “Sampah”

Wawancara Ranang Aji SP dengan Saut Situmorang
http://koranopini.com

KoPi, Buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia melahirkan kontroversi dan dianggap berpotensi menodai sejarah sastra Indonesia. Setelah wawancara KoPi bersama Jamal D Rahman beberapa waktu lalu, pelbagai tanggapan kelompok kontra semakin mengeras. Berikut adalah wawancara KoPi dengan salah satu tokoh pembuat petisi penolakan buku tersebut; Saut Situmorang. Dalam kesempatan yang sama, Penyair dengan tradisi kiri ini menganggap tuduhan kontra demokrasi Denny JA terhadap dirinya sebagai pemutarbalikan fakta.

Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat

Judul Buku: Kasongan
Penulis: Satmoko Budi Santoso
Penerbit: Diva Press Yogyakarta
Cetakan: 1, 2012
Tebal Buku: 400 halaman
R. Toto Sugiharto *
Jurnalis independen
http://indonesiaartnews.or.id

Puisi dan Korupsi

Putu Setia
Kompas, 06/10/13

Dalam penalaran dualistik biner, di dunia ini hanya ada (orang) yang korupsi dan tidak korupsi. Pada kenyataannya, ada banyak yang tercecer di antara korupsi dan tidak korupsi, ?bahkan terpanggil untuk memberantas korupsi. Si penegak hukum yang tidak korupsi tapi kemaruk menerima hasil korupsi, misalnya, bisa aktif mengatur dakwaan agar terperoleh vonis hukuman ringan atau penataan fasilitas penjara agar si koruptor nyaman.

Kamis, 03 Juli 2014

DZIKIR-DZIKIR CINTA (Potret Romantisme Di Pesantren)

Nita Zakiyah
http://niethazakia.blogspot.com

A. Pendahuluan
Sastra merupakan salah satu cabang kesenian yang di ungkapkan dengan media bahasa, telah berada di tengah-tengah peradaban manusia dan di terima sebagai suatu realitas sosial budaya sejak ribuan tahun yang lalu. Sepanjang perjalanannya sastra mengalami perkembangan dari masa ke masa. Sastra itu sendiri tidak hanya mengandung nilai-nilai budi, imajinasi, dan emosi tetapi telah di anggap suatu karya kreatif yang hidup dalam suatu masyarakat baik hanya di manfaatkan oleh suatu komunitas tertentu maupun berbagai golongan (masyarakat luas) sebagai konsumsi intelektual di samping konsumsi emosi (Semi, 1990:1).

Pengikut