Puisi-Puisi Denny Mizhar

SIAPA BILANG MERDEKA

Siapa bilang kita merdeka!
Ketika para terpelajar dengan cerdik, kehilangan kemanusiaannya
Siapa bilang kita merdeka!
Ketika para kaki lima masih belum bisa tidur nyenyak, untuk berfikir keras,
"esok harus lari kemana ketika dikejar aparat ketertiban"
Aku kira masih banyak lagi yang bernasib sama seperti kaki lima!

Merdeka!
Menyimpan tanya, dalam resah

Apa benar merdeka telah kita punyai?
Seiring bertambahnya manusia berkepala tikus, yang bebas melubangi hati nurani

Apa benar perjuangan telah usai?
bersama peti mati para pahlawan revolusi
dalam kuburnya

Masikah ada yang berkata "merdeka"?

Malang, 31 agustus 2007



PENGEMBARA

Aku adalah pengembara yang gelisah dalam perjalanan, tak berpunya bekal tuk merubah keadaan
Hanya rasa yang mengembara tuk melanjutkan tapak-tapak yang mulai goyah
Menelusuri ruang-ruang pengap kehidupan yang penuh dengan kebencian dan kemarahan
Berpangku tangan ketika melihat penindasan dan ketidakadilan.
Lalu kutemukan kata-kata yang kupungut dari sisa-sisa pembicaraan diruang lobi yang berhenti ketika hati nurani membisu dalam pukulan telak sogokan uang dan jabatan
Kurangkai dalam kegelisahan kehidupan yang tak jua kunjung membaik, dalam pergumulan kebangsaan
Kurangkai dalam kegelisahan kehidupan yang tak jua kutemui kebenaran, dalam pergumulan pemujaan kepada Tuhan
Sisa-sisa rasa kutaburkan dalam kata-kata untuk melawan, karna hanya ini yang ku punya dalam pengembaraan
Semoga saja memberi makna bagi yang kesepian akan kebenaran,
membawa ketenangan bagi mereka yang gelisah akan ketidakadilan,
menyemaikan cinta dihati manusia untuk bangkit dan melawan

Malang, September 2007



KESAKSIAN

Gemuruh riak-riak
Menyulut kemarahan membabi buta
Menyelinap pada gugusan bintang kehidupan

Lagi-lagi teriakan penindas masih membanjiri, proses kehidupan
Meletupkan meriam yang mencekam
Membutakan kejernian kesucian hati
Membunuh kehidupan jelata

Tak lagi mampu melihat surga!

Komentar