Robert Desnos (1900-1945)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=359

SAJAK TERAKHIR
Robert Desnos

Begitu keras kau kumimpikan
Begitu banyak aku berjalan, begitu rupa bicara
Begitu kucinta bayang-bayangmu
Hingga bagiku dirimu tiada lagi tersisa
Tinggallah bagiku jadi bayang-bayang di antara bayang-bayang
Jadi seratus kali lebih bayang-bayang dari bayang-bayang
Jadi bayang-bayang yang datang dan datang berulang-ulang
Dalam hidupmu yang bersinarkan matahari.

{dari buku Sajak-Sajak Modern Perancis Dalam Dua Bahasa, disusun Wing Kardjo, Pustaka Jaya, cetakan II, 1975}

Robert Desnos (4 Juli 1900 - 8 Juni 1945), penyair Prancis berperan penting pergerakan surealistik di jamannya. Lahir di Paris putra pemilik kafe, kolumnis sastra surat kabar Paris soir.
Puisinya pertama muncul di media tahun 1917 di La Tribune des Jeunes, 1919 di avant-garde review dan Le Ciri d’serikat. Pada 1922 terbit buku pertamanya, koleksi surealistik aforisme berjudul Rrose Selavy.

1919 bertemu Benjamin Péret yang memperkenalkan kelompok Dada Paris dan André Breton. Bersama Louis Aragon, Paul Éluard membentuk barisan depan sastra surealisme.

1926 menulis The Night of Loveless Nights; puisi liris dalam kuatrain klasik. Jatuh cinta dengan penyanyi Yvonne George, mempersembahkan beberapa puisi baginya serta novel surealis La liberté ou l’amour!

Menulis artikel Perumpamaan Modern, Avant-garde Cinema (1929), Pygmalion, Sphinx (1930). Kariernya di radio tahun 1932, acara yang didedikasikan Fantomas. Selama itu berjumpa Picasso, Hemingway, Artaud, John Dos Passos.

Menulis di majalah Litterature, La Révolution surréaliste dan Variétés. Menerbitkan tiga novel, Deuil pour deuil (1924), La Liberté ou l’amour! (1927), Le vin est ban (1943); drama La Place De La ‘Etoile, (1928; direvisi 1944) skrip film, L’ Etoile de mer (1928) disutradarai Man Ray.

Dalam Perang Dunia II, anggota aktif Perlawanan Perancis dengan berbagai nama samaran, ditahan Gestapo 22 Feb 1944. Pertama dideportasi ke kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz Polandia, Buchenwald, Flossenburg Jerman, akhirnya Terezín, wilayah pendudukan Cekoslowakia 1945, di mana Desnos meninggal (dalam “Malá pevnost” tahanan politik).

Menikahi Youki Desnos, sebelumnya Lucie Badoud, dijuluki Youki artinya salju oleh kekasihnya Tsuguharu Foujita, sebelum meninggalkan suaminya demi Desnos. Menggurat beberapa puisi baginya, yang terkenal Surat untuk Youki, ditulis setelah penangkapan. Dimakamkan di Montparnasse Paris. {ringkasan terjemahan dari //en.wikipedia.org/).
***

Desnos dijebloskan ke kamp konsentrasi Nazi atas corak tulisannya membahaya, dan bergonta-ganti nama serupa bayang dipengaruhi cahaya perlawanan.

Atau dengan bayang-bayang dirinya ingin lepas dari ikatan kesadaran yang berkecamuk dalam peperangan.

Dapat dibilang nalar surealis mampu bertahan sedari keriuhan intrik politik, fitnah kebencian antara sesama.

Nalarnya mencipta dalam kondisi kemerah menelisik bagai bara tidak tertangkap, namun menentukan suhu udara sekitarnya.

Yang bertumpuk sengkarut diluruskan dengan tekukan mengagumkan perasaan pun menggugah fikiran tegak antara terpaan badai hayat melantakkan kemanusiaan.

Aliran surealis angkat kenyataan ke panggung tak terpecah oleh keterkejutan datangnya mimpi tidak tersangka.

Dalam tidur atau setengah, dialognya mengguna alat indrawi pun non indrawi, dibuhul ke sebuah karya menembus kelanggengan yang masih diselimuti kabut kehidupan.

Bukan mengada-ada tampilan berangkat dari dasar terdalam bersatunya nalar-hati akal-perasaan, wataknya selalu mewarnai perubahan bergolak menggelinding setiap jaman.

I
Kini kumulai tafsirkan puisi Desnos dua baris dua baris, semoga berkenan: kerasnya hidup dipenuhi keganjilan nyata, yang bersulaman benang sulit ditangkap secara cermat.

Hanya perkiraan menggapai realitas, meski sampai tetap bersimpan anomali. Betapa keras perjuangan menuju impian di ujungnya lelah istirah membuyar, menggayuh usaha mendapati kehadiran.

Rasa nikmat pengertian masih dihantui perasaan lain mencari, betapa jalanan dilalui naik-turun menikung-mendaki, kaki-kaki membatu tetap tergoda angan jauh.

Mengejar suara berpantulan ke tebing-tebing jurang tiada tertangkap jasad. Begitulah mengada, memetik hayat satu persatu dengan rupa selagi bicara tetapi masih tertutupi kebodohan, kepicikan pula kesilapan.

Desnos berusaha mengangkat batu tinggi-tinggi mengharap jawaban tubuh juga orang lewat. Di kedalaman dirinya memanggul daya yang kadang sirna lantas kemuncul.

Kesadaran dan angan jauh ke batas diimpian, bimbang menelusup pelahan, keraguan suatu saat jadi musuh bebuyutan bagi tak tega memenggal pahit perpisahan.

II
Meski bersahabat Picasso telisiknya tetap surealis, bukan bentukan kubisme di mana sajak menjelma pahatan kata tentukan irama makna.

Ruh ruhaniah puitika dikejarnya, warna mengambang sebayangan awan ikuti gairah kesemangatan gagasan.

Kecintaan pada sosok wanita kesetiaan jalan pencarian pribadi, leburkan diri tak tersisa. Bukan kesungguhan lagi tapi kepasrahan bergelayut prosesi persembahan.

Bayang-bayang hasil kebendaan ditimpa cahaya dan tetap hidup meski tiada perhatikan, getar lembutnya atas tiupan bayu. Maka selain cahya, hasrat tentukan membayang atau menyuntuki ketenangan.

Tempat lain bayang-bayang berarti angan dikehendaki, kedekatan kasih memungkinkan berpadu seirama yang diharap mendekat sendiri, dalam pergumulan mesra jiwa-jiwa mengeja demi terejawantah.

Umpama pertemuan awal keberuntungan tengah terjadi. Desnos menukar tubuh dengan bayangan pengertian dan pemahaman jadi mengetahui yang digayuh melestarikan nilai.

III
Desnos menjelma pergerakan, ketentuan sikap perjelas faham dijalur sesak pandangan kawan maupun lawan. Sedesas-desus menanjak sekasuistik tebarkan polemik.

Hidup sebayang-bayang nilai antara nilai, buku-buku tertata rapi di perpustakaan nalar manusia bergerilya fikirannya dalam kancah perubahan.

Membiak kesatuan pergerakan surealis, memberontak nalar profan menghapus jejak mental korup bersegala jiwa sepaduan warna senja pun fajar kemerah.

Mungkin sajak tersebut selepas penangkapan, dijebloskan di penjara dikurung masa tak tentu bebasnya.

Tubuh terkucil pengaruhi bayang keabadian sederajat nalar mendidih sebara api revolusi terombang-ambing angin realitas serta impian jauh.

Perjuangan kehendak total segairah bathin menentukan nilai tetap ada, seperti bayang mewangi atas kehadiran malam bersedekap hangat.

Dan pengertian ribuan kali perjuangan digasak realitas kian nanar, menghujam pedas menghuni keyakinan.

IV
Kehadirannya menyerupai bayang-bayang niscaya, tatkala masih menggunakan indra perasa pun mata.

Wujudnya mengikuti benda atau niatan kuat mandek menstupa, sedari segugus pemahaman silih berganti atas empunya, bisa juga keduanya berpengaruh.

Jikalau diambil garis pintas, Desnos leburkan diri dalam kuasa matahari, keseluruhannya menghidupi bayangan di bumi.

Inilah makna balik kesungguhan mendekap bayang berkehendak menjelma bayangan terus menghidupi makna kehadiran cahaya.

Demikian kutafsir, andai ada yang lewar (keluar) kuharap bukan kekenesan, tapi usaha merangkul pengertian guna tiada luput pengamatan, syukur bila dapat memberi kesegaran dalam menggumuli hayat.

Komentar