Bincang Sastra dengan Saut Situmorang di Wapress

Bincang Sastra dengan Saut Situmorang, dan Pidato Akhir Tahun Nurrudien Asyhadie

Dedy Tri Riyadi
http://www.kompas.com/

Pergolakan dalam sastra ternyata sampai hari ini masih berlanjut. Para pelaku sastra masing-masing tampil dengan idealismenya sendiri-sendiri.

Belakangan ini perlawanan terhadap kantong-kantong sastra yang dianggap melakukan hegemoni terhadap perkembangan Sastra di Indonesia semakin marak. Di sisi lain, awam tidaklah banyak paham tentang hal ini. Sastra menjadi mahluk yang seakan-akan tinggal di seberang lautan kehidupan mereka. Tak terjangkau, tak terkira, bahkan banyak yang mulai merasa “itu bukan dunia mereka.”

Lalu tiba-tiba muncul novel-novel yang laris di pasaran seperti Ayat-Ayat Cinta dan Tetralogi Laskar Pelangi yang begitu fenomenal dan fantastis nilai penjualannya. Dengan kemunculan hal seperti itu, awam menganggap sebagai bagian dari kebangkitan Sastra Indonesia! Tapi benarkah kondisi Sastra Indonesia sedang berjaya?

Tanggal 17 Desember 2008 bertempat di Wapress, Bulungan, PaSaR Malam kembali menggelar Sastra Rabu Malam aka. Reboan, yang akan menampilkan Saut Situmorang untuk membahas “Sastra Milik Siapa?” sebagai bagian dari jawaban permasalahan di atas. Sebelumnya, Nurrudien Asyhadie akan menyampaikan opininya tentang perkembangan Sastra terkini sekaligus refleksi kita, para pecinta sastra, atas apa yang telah terjadi di sepanjang tahun 2008 ini.

Reboan juga akan dimeriahkan dengan drama pendek dari anggota baru Teater Pintu 310 yang disutradarai oleh Bung Kelinci. Drama pendek ini sekaligus perkenalan anggota baru mereka kepada para penonton yang telah beberapa kali menyaksikan pergelaran dari Teater Pintu 310.

Akan tampil pula Bunga dan teman-teman dari Universitas Atmajaya untuk membaca puisi, Chandra Aji, Abi dari Komunitas Sastra Jalanan Indonesia, juga anggota PaSaR Malam seperti Dian Ilenk, dan Zai Lawanglangit juga akan membaca puisi. Penampilan lain dari tamu dari Surabaya : Tongky Dj yang akan menemani berpuisi dengan Dian Ilenk. Tongky Dj ini bukan seorang DJ (Disc Jockey) tetapi dia penggiat teater dan sastra yang juga merintis sebuah komunitas yang diberi nama ESOK.

Jadi, para pecinta sastra, datang dan nikmati acara-acara Reboan, tanggal 17 Desember 2008. Mulai dari pukul 19.00 - selesai. Bertempat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan.

Komentar