Teater Satu Tampil di Art Summit

Jodhi Yudono
http://oase.kompas.com/

Teater Satu Lampung terpilih mewakili Indonesia untuk mementaskan karya mereka dalam ajang Art Summit VI pada Oktober 2010 di Jakarta.

Manager Pertunjukan Teater Satu Lampung Imas Sobariah, di Bandarlampung, Rabu, mengungkapkan Teater Satu akan tampil membawakan naskah "Kisah-kisah yang Mengingatkan" karya Iswadi Pratama, dan mendapatkan jadwal pementasan pada 11-12 Oktober 2010.

"Ini adalah karya kotemporer terbaru Teater Satu, mengingat pada ajang itu semua grup teater diminta menampilkan karya kotemporer mereka," kata dia.

Imas menceritakan, sebelumnya pihaknya menawarkan sejumlah karya untuk dipentaskan di ajang Art Summit 2010, diantaranya "Aruk Gugat" dan "Kisah-kisah Yang Mengingatkan", namun pilihan akhirnya jatuh pada kisah tersebut.

Sementara itu, penulis naskah dan sutradara "Kisah-kisah yang mengingatkan", Iswadi Pratama, mengatakan karya tersebut merupakan karya kotemporer terbaru yang mulai dipentaskan pertama kali pada 2009.

Dia menjelaskan meskipun pernah dipentaskan, namun untuk pementasan Art Summit yang diikuti 25 negara tersebut, akan ada perubahan dalam pementasannya.

"Karya yang diminta adalah yang pernah dipentaskan, tetapi nanti akan ada pembaruan pada beberapa adegan, terutama pada isu yang dilontarkan," kata dia.

Naskah "Kisah-kisah yang Mengingatkan" merupakan hasil karya Iswadi Pratama, yang ide ceritanya dikemukakan oleh Sitok Srengenge.

Menurut Iswadi, pementasan tersebut merupakan ajakan untuk mencari jawaban terhadap sebuah pertanyaan tentang makna keindahan secara absolut.

"Kami mencoba untuk menemukan apa yang mempesona di tengah kehidupan yang semakin pragmatis saat ini," kata Iswadi.

Sejumlah pertanyaan yang coba dilontarkan Teater Satu pada pementasan itu adalah tentang keindahan di tengah pragmatisme, dan tentang apalagi yang masih tersisa untuk dinikmati di zaman serba pragmatis tersebut.

Oleh Teater Satu Lampung, "Kisah-kisah yang Mengingatkan" dinamakan sebagai teater puitis, dengan kekuatan utama kalimat-kalimat puitis hasil torehan Sitok Srengenge dan Iswadi Pratama.

Inti cerita diungkap pada pertanyaan-pertanyaan tokoh sepasang kekasih untuk menemukan apa yang memesona di tengah realitas hidup.

Adalah tokoh Si Pencari yang terus mengeluarkan kenangan-kenangannya yang perih, sementara kekasihnya, Sang, masih terus berharap bisa kembali merajut cerita yang sempat tertunda.

"Kisah-kisah yang Mengingatkan" terdiri atas empat bagian, yang masing-masing bagian mengisahkan tentang pencarian kenangan dengan sudut pandang yang beragam, saling konfrontatif, tapi terjahit dalam satu cerita.

Komentar