Puisi-Puisi Fikri MS

http://sastra-indonesia.com/
Syair Penulis Tua dan Mesin Tik

Tidakkah kau tahu di balik tirai mata ini
Tersimpan harmoni hidup; memberi tanpa meminta.
Engkau adalah kekasih dalam dunia kisahku
Kita menari berdansa mencipta kata dan bahasa.

Kesendirian oh kesendirian ini
Karna waktu telah berubah

Dan
Ketika air mata pecah kau pergi menjauh aku sendiri mengurai mimpi
Menyala bagai pelita.

November 2010



Akulah Perempuan

Seperti rajawali terbang lepas
Menatap mengabarkan kisahnya kepada dara-dara yang dewasa.

Bahwa aku perempuan terlupakan.

Terbiasa dengan bahaya dunia menangis tanpa derai air mata
Karena cintaku hanya kehidupan bukan untuk meminta rawatan

Akulah perempuan karya diberkati cinta
Menjelma berganti rupa tundukkan duka derita

Dengarlah
Kusampaikan padamu kisah hidupku tentang dara dan cinta tanpa duka atau derita hidup ini.

Karena aku adalah perempuan.

November 2010



Aku Masih Ingat

Ini malam dingin sekali kita tumpahkan segala rindu
di bangku putih tempat biasa asmara terurai,

Cerita tentang esok…

Kau punya anak dariku
Aku jadi ayah engkau bundanya; bagi Lintang yang paling tua, untuk Jingga gadis nomor dua, dan Senja si bungsu yang lucu

Kita bicara tentang Lintang yang merengek minta dibelikan kaca mata
Sebab matanya silau karna begitu banyak papan iklan di jalanan

Kaca mata belum dibelikan
Si Jingga gadis kecil kita yang cantik mengadu padamu karna susu yang ia minum tak sama dengan minuman teman-temannya yang ber-strawberry

Dan Senja yang lincah menangis menjerit-jerit tak tahu apa maunya
Kita tersenyum menggelitikkinya sebab ia lebih suka naik di punggungku daripada mandi bola di Playing kids.

Ini malam dingin sekali, aku tersenyum sendiri mengenangmu
Dan anak-anak khayalan kita

Di bangku putih yang kian berlumut ini malam
Aku mengenang itu semua

Januari 2010-2011

———–
Fikri MS, Lahir di Muara Enim, Sumatera Selatan, 12 November1982. sejak th 1998 melanjutkan pendidikan di Jombang, Jatim sampai lulus kuliah th 2008 S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP PGRI Jombang.
Berbekal pengalaman ‘main’ teater di Komunitas Tombo Ati (KTA) Jombang, Agustus 2008 mendirikan Sanggar Teater Gendhing (STG), mengelola kedai baca (Beranda), di kampung halaman sampai sekarang.

Komentar