Selasa, 15 November 2011

Apa Kabar Naskah Lakon Indonesia?

Idha Saraswati
Kompas, 17 Des 2010

PENULIS naskah lakon Indonesia masa kini didominasi orang-orang yang terikat dengan kelompok teater tertentu. Penulis naskah di luar kelompok teater tidak mendapat ruang sehingga karya mereka tidak terdengar. Benarkah?

Kondisi itu setidaknya dirasakan sejumlah penulis naskah di Yogyakarta. Heru Kesawa Murti, misalnya, menulis naskah untuk Teater Gandrik. Lalu, ada Joned Suryatmoko yang menulis untuk Teater Gardanalla atau Gunawan Maryanto yang menulis untuk Teater Garasi. Gunawan Maryanto menilai kondisi penulisan naskah lakon saat ini berbeda jauh apabila dibandingkan dengan era tahun 50-an hingga 60-an. Waktu itu, naskah lakon muncul di media-media sastra.

Maka, para penulis sastra yang tidak berhubungan dengan dunia teater pun rajin menulis naskah lakon. Penulisan naskah lakon menjadi marak. Naskah lakon menjadi kaya. Pegiat teater memiliki banyak pilihan. Berangkat dari situ, Gunawan bersama Joned Suryatmoko serta penggiat teater lainnya lalu menggelar acara bertajuk ”Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF)”. Kegiatan itu diharapkan bisa menciptakan ruang mediasi antara penulis naskah dan penggiat teater sehingga akan membangkitkan kembali gairah penulisan naskah di Indonesia.

Acara itu digelar di dua kota, yakni Yogyakarta (3-5 November dan 6 Desember) dan Jakarta (24-26 November). Pembacaan naskah yang menandai penutupan rangkaian acara IDRF dilakukan hari Senin (6/12) di auditorium Lembaga Indonesia Perancis, Yogyakarta. Acara penutupan itu juga ditandai peluncuran empat jilid buku Antologi Drama Indonesia yang berisi naskah lakon Indonesia dari tahun 1895–2000.

Penonton dibuat terpingkal-pingkal oleh penampilan Teater Gandrik saat membacakan naskah Senja dengan Dua Kelelawar karya Kirdjomulyo. Sementara Teater Garasi membacakan naskah terjemahan berjudul Sari Jeli Almond karya penulis Jepang Wishing Chong.

Panggung

Di atas panggung, mereka benar-benar membaca dari buku naskah. Teater Garasi, misalnya, menampilkan tiga pembaca naskah yang bergaya kasual. Satu orang sebagai narator, satu orang sebagai karakter laki-laki, dan satu orang sebagai karakter perempuan.

Mereka berdialog dari kursi masing-masing. Hanya ada sedikit iringan musik, serta lampu kerlap kerlip di atas tumpukan kardus yang ditampilkan. Selebihnya, penonton dibiarkan membayangkan sendiri semua adegan yang mestinya terjadi pada malam Natal yang dingin itu: menuang sake, lapis demi lapis percakapan, tangis, serta pelukan.

Mengapa pembacaan naskah? Gunawan Maryanto selaku penata program IDRF menuturkan, membacakan naskah adalah cara yang paling sederhana untuk memublikasikan karya tersebut.

IDRF yang digelar kali pertama itu mengambil tema ”Melihat Kembali Drama Realis Indonesia”. Menurut Gunawan, tema tersebut dipilih karena sejarah penulisan naskah lakon di Indonesia diduga bermula dari realisme. Para penulis drama pada waktu itu masuk ke realisme karena ingin melepaskan diri dari tradisi lisan dalam pertunjukan serta melepaskan diri dari tema-tema yang dianggap tidak membumi karena tidak didasarkan pada kenyataan yang tengah berlangsung.

Maka, IDRF melulu diisi pembacaan naskah drama yang bergaya realis. Naskah-naskah tersebut dibacakan para penggiat teater di Yogyakarta dan Jakarta.

Ada sembilan naskah dibacakan, terdiri atas tiga naskah lakon Indonesia lama, tiga naskah lakon Indonesia baru, serta tiga naskah lakon terjemahan dari Asia. Mulanya, IDRF ingin menampilkan naskah Indonesia baru saja. Namun, akhirnya mereka sepakat membacakan karya lama dan terjemahan sebagai bahan pembanding bagi naskah-naskah baru.

Kesembilan naskah tersebut adalah Lelakon Raden Bei Surio Retno karya F Wiggers (1901), Citra karya Usmar Ismail (1943), Senja dengan Dua Kelelawar karya Kirdjomulyo (1957), Keok karya Ibed Surgana Yuga (2010), Kawan Tidur karya Hanna Fransisca (2010), Biar Kutulis Untukmu Sebuah Puisi Jelek yang Lain karya Andri Nur Latif (2010), Sari Jeli Almond karya Wishing Chong dari Jepang (2000), Loteng karya Yoji Sakate dari Jepang (2002), serta Dr Resureccion: Akan Menyembuhkan Bangsa karya Layeta P Bucoy dari Filiphina (2009).

Membangun jejaring IDRF digelar dengan optimisme bahwa minat menulis naskah lakon di Indonesia sesungguhnya masih besar. Minimnya media publikasilah yang membuat minat itu tidak tersalurkan. Dari mana optimisme itu muncul? Menurut Gunawan Maryanto, minat itu bisa dilihat dalam ajang sayembara penulisan naskah.

Festival penulisan naskah realis yang diselenggarakan Komunitas Salihara, misalnya, menerima tak kurang dari 200 naskah. ”Animo penulis naskah cukup besar,” katanya.

Sebagai permulaan, IDRF yang pertama ini menerima sekitar 20 naskah dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, serta Lampung. Tiga naskah terpilih, yakni Keok, Kawan Tidur, dan Biar Kutulis Untukmu Sebuah Puisi Jelek yang Lain, dibacakan dalam IDRF. Jumlah naskah yang masuk mungkin akan terus bertambah pada IDRF berikutnya. Pimpinan Produksi IDRF Lusia Neti Cahyani mengatakan, dengan segala keterbatasan, panitia mendapat jaminan untuk kembali menggelar acara ini pada tahun 2011 dan 2012. IDRF ingin menjadi mediator yang mempertemukan para penulis naskah dengan penggiat teater. Pertemuan semacam itu diharapkan bisa memberi ruang bagi para penulis naskah lakon sehingga mereka punya alasan terus menulis.

Dengan begitu, penulisan naskah lakon Indonesia bisa kembali marak. ”Kami juga berharap bisa membangun jejaring dengan penulis naskah lain di luar negeri karena ternyata di beberapa negara acara seperti IDRF ini sudah berjalan. Jadi, akan lebih banyak naskah dari Indonesia bisa dibacakan di sana,” tutur Gunawan.

Dijumput dari: http://cabiklunik.blogspot.com/2010/12/festival-apa-kabar-naskah-lakon.html

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Aziz Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aa Maulana Abdi Purnomo Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wachid B.S. Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Zamzam Noor Ach. Sulaiman Achdiar Redy Setiawan Adhitia Armitrianto Adhitya Ramadhan Adi Marsiela Adi Prasetyo Afrizal Malna Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Buchori Agus M. Irkham Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Wibowo Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Hasan MS Ahmad Ikhwan Susilo Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Rafiq Ahmad Sahal Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Ali Ibnu Anwar Ali Murtadho Alia Swastika Alunk S Tohank Amanda Stevi Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Aning Ayu Kusuma Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Suparyanto Anugrah Gio Pratama Anung Wendyartaka Aprinus Salam Ardi Bramantyo Arie MP Tamba Arief Junianto Arif Bagus Prasetyo Aris Setiawan Arman AZ Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Dudinov Ar Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayung Notonegoro Bagja Hidayat Balada Bale Aksara Balok Sf Bambang Kariyawan Ys Bambang Kempling Bandung Mawardi Baridul Islam Pr Bayu Agustari Adha Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Berita Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Boni Dwi Pramudyanto Bonnie Triyana Boy Mihaballo Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman Sudjatmiko Bulqia Mas’ud Bung Tomo Burhanuddin Bella Cak Kandar Catatan Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chairul Abshar Chamim Kohari Chandra Johan Chavchay Syaifullah Cover Buku Cucuk Espe D. Dudu AR D. Kemalawati D. Zawawi Imron Dadang Kusnandar Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darmanto Jatman David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Muhtadi Dedy Tri Riyadi Deni Andriana Denny JA Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Dewi Rina Cahyani Dian Dian Hartati Dian Sukarno Dina Oktaviani Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dino Umahuk Djadjat Sudradjat Djoko Pitono Djoko Saryono Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwi Wiyana Dwicipta E. Syahputra Ebiet G. Ade Eddy Flo Fernando Edi Sembiring Edy Firmansyah Eep Saefulloh Fatah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Ekky Siwabessy Eko Darmoko Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil WE Endah Wahyuningsih Endhiq Anang P Erwin Y. Salim Esai Esha Tegar Putra Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faisal Kamandobat Faiz Manshur Fajar Kurnianto Fajar Setiawan Roekminto Fakhrunnas MA Jabbar Farid Gaban Fathan Mubarak Fathurrahman Karyadi Fatkhul Anas Fazar Muhardi Febby Fortinella Rusmoyo Felik K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Fitri Yani Frans Ekodhanto Frans Sartono Franz Kafka Fredric Jameson Friedrich Nietzsche Fuad Anshori Fuska Sani Evani G30S/PKI Gampang Prawoto Ganug Nugroho Adi Geger Riyanto Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gibb Gilang Abdul Aziz Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gunoto Saparie Gusti Eka H.B. Jassin Hadi Napster Hadriani Pudjiarti Halim H.D. Hamdy Salad Han Gagas Handoko Adinugroho Happy Ied Mubarak Hardi Hamzah Harfiyah Widiawati Hari Puisi Indonesia (HPI) Hari Santoso Harie Insani Putra Haris del Hakim Haris Priyatna Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Helmi Y Haska Helwatin Najwa Hendra Sugiantoro Hendri R.H Hendry CH Bangun Henry Ismono Hepi Andi Bastoni Heri KLM Heri Latief Herie Purwanto Herman Rn Heru CN Heru Joni Putra Hudan Hidayat Hudan Nur I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Nyoman Tingkat I Tito Sianipar Ibnu Wahyudi Icha Rastika Idha Saraswati Ignas Kleden Ignatius Haryanto Ilenk Rembulan Ilham Q Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahyadi Indra Tranggono Irfan Budiman Ismi Wahid Istiqamatunnisak Iwan Komindo Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iyut FItra Izzatul Jannah J Anto J.S. Badudu Jafar M. Sidik Jamal D Rahman Jamal T. Suryanata Jamil Massa Janual Aidi Januardi Husin Javed Paul Syatha Jefri al Malay JJ Kusni JJ Rizal Jo Batara Surya Jodhi Yudono Johan Khoirul Zaman Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Joss Wibisono Jual Buku Paket Hemat Judyane Koz Jusuf AN Karkono Kasnadi Katrin Bandel Kedai Kopi Sastra Kedung Darma Romansha Ken Rahatmi Khairul Amin Khairul Mufid Jr Khoshshol Fairuz Kirana Kejora Koh Young Hun Komang Ira Puspitaningsih Komunitas Deo Gratias Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan) Kritik Sastra Kurniawan Kurniawan Junaedhie Lan Fang Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lela Siti Nurlaila Lidia Mayangsari Lie Charlie Liestyo Ambarwati Khohar Liza Wahyuninto Lukas Adi Prasetyo Luky Setyarini Lutfi Mardiansyah M Fadjroel Rachman M. Arman A.Z M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S M. Mustafied M. Nahdiansyah Abdi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Mainteater Bandung Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Bo Niok Mario F. Lawi Mark Hanusz Marsudi Fitro Wibowo Martin Aleida Martin Suryajaya Marwanto Maryati Mashuri Matdon Matroni A. el-Moezany Maya Mustika K. Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri Mezra E. Pellondou MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mihar Harahap Mila Novita Misbahus Surur Muhajir Arrosyid Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ali Fakih Muhammad Amin Muhammad Antakusuma Muhammad Iqbal Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Mulyadi J. Amalik Munawir Aziz Murparsaulian Musdalifah Fachri Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W. Hasyim N. Syamsuddin CH. Haesy Naskah Teater Nazaruddin Azhar Nelson Alwi Nenden Lilis A Neni Nureani Ni Putu Rastiti Nirwan Dewanto Nita Zakiyah Noor H. Dee Noval Jubbek Novel Nur Faizah Nur Syam Nur Wahida Idris Nurani Soyomukti Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurrudien Asyhadie Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Nurur Rokhmah Bintari Nuryana Asmaudi Odi Shalahuddin Oei Hiem Hwie Okky Madasari Okta Adetya Olivia Kristina Sinaga Otto Sukatno CR Oyos Saroso HN Pablo Neruda Pamusuk Eneste Pandu Radea Parakitri Parulian Scott L. Tobing PDS H.B. Jassin Pengantar Buku Kritik Sastra Pepih Nugraha Pesan Al Quran untuk Sastrawan Petrik Matanasi Pipiet Senja Pitoyo Boedi Setiawan Ponorogo Pramoedya Ananta Toer Pringadi Abdi Surya Prof Dr Faisal Ismail MA Prosa Puisi PuJa Puji Santosa Pungkit Wijaya PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Setia Putu Wijaya R. Toto Sugiharto Radhar Panca Dahana Ragil Supriyatno Samid Rahmat Sudirman Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ramadhan Pohan Rameli Agam Ramon Damora Ranang Aji SP Ratih Kumala Ratna Ajeng Tejomukti Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reko Alum Reny Sri Ayu Resensi Revolusi RF. Dhonna Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rosdiansyah Rukardi S Yoga S. Jai S. Satya Dharma S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabiq Carebesth Sabpri Piliang Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifur Rohman Sainul Hermawan Sajak Sal Murgiyanto Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salyaputra Samsudin Adlawi Sandipras Sanggar Pasir Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Saroni Asikin Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Perlawanan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP Ponorogo Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shafwan Hadi Umry Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Irni Nidya Nurfitri Siti Rutmawati Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofian Dwi Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad St Sularto Sudarmoko Sulaiman Tripa Sultan Yohana Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suroto Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaiful Amin Syarif Hidayat Santoso Syarifudin Syifa Amori Syifa Aulia Tajuddin Noor Ganie Tantri Pranashinta Tanzil Hernadi Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theo Uheng Koban Uer Theresia Purbandini Thowaf Zuharon Tien Rostini Titian Sandhyati Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjoet Nyak Dhien Toef Jaeger Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Tri Wahono Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udin Badruddin Udo Z. Karzi Umar Fauzi Umbu Landu Paranggi Umi Laila Sari Umi Lestari Universitas Indonesia Untung Wahyudi Virdika Rizky Utama Vyan Taswirul Afkar W.S. Rendra Wahyu Prasetya Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Adi Tirta Widi Wastuti Wiji Thukul Wisnu Kisawa Wiwik Widayaningtias Y. Thendra BP Yona Primadesi Yosephine Maryati Yosi M Giri Yudhis M. Burhanuddin Yulizar Fadli Yurnaldi Yusri Fajar Yuyuk Sugarman Zainal Arifin Thoha Zaki Zubaidi Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zulkarnain Zubairi