Buku Raja Tebalek Diluncurkan untuk 18 Tahun Teater O

Ekky Siwabessy
http://www.insidesumatera.com/

Untuk menyambut kelahiran Teater O yang selama ini telah memberikan warna dan gairah teater, utamanya dalam lakon komedi satire di Medan khususnya, dan Sumatera Utara pada umumnya, maka pada Sabtu, 24 Oktober 2009, diluncurkanlah buku kumpulan naskah berjudul “Raja Tebalek”. Peluncuran tersebut bertempat di Ruang Serba Guna Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.

Dalam acara peluncuran buku naskah karya anak-anak Teater O tersebut, dipaparkan secara umum isi buku yang berisi 10 naskah itu. Selain dihadiri oleh para penggemar setia Teater O, acara tersebut juga dihadiri oleh kalangan kelompok teater, pecinta sastra dan drama, serta kalangan media.

Editor buku kumpulan karya sastra “Raja Tebalek”, Agus Mulia, mengatakan, 10 karya naskah drama yang dimuat dalam buku itu dikumpulkan lewat stensilan-stensilan para penulis sendiri. “Sebagian naskah juga diperoleh dari rekaman-rekaman pementasan,” ujar Agus yang juga merupakan salah satu aktor kondang jebolan Teater O.

Naskah buku "Raja Tebalek" tidak disusun secara kronologis menurut tahun penulisan, melainkan disusun berdasarkan urutan penulisnya. Sedangkan pemilihan judul “Raja Tebalek” sebagai judul buku karya sastra ini, didasarkan beberapa pertimbangan, antara lain; naskah "Raja Tebalek" adalah judul naskah yang akan dipentaskan dalam hajatan 18 tahun Teater O.

Naskah-naskah drama komedi satire yang terdapat dalam buku ini merupakan karya dari penulis-penulis naskah terkemuka dari Teater O, antara lain Yusrianto Nasution, Yulhasni, Mukhlis Win Aryoga, dan M. Ramadhan Batubara. Beberapa judul naskah drama yang terdapat dalam buku ini antara lain "Sayembara Bohong", "Gara-gara", "Hikayat Pangeran Jongkok", "Tukang Sapu dan Pengantar Koran", "Loker", "Juru Runding", "Amuk Aceh", "Tarian Terakhir", "Lena Tak Pulang" dan tentu saja "Raja Tebalek".

26 Oktober 2009

Komentar