Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Pengajaran Bahasa dan Sastra di Pesantren

M. Mustafied *
nu.or.id 17/06/2012

Di pesantren, bahasa Arab merupakan salah satu materi pokok pembelajaran. Hal ini dilatarbelakangi paling tidak oleh tiga hal. Pertama, teks-teks kunci yang dipelajari di pesantren, dalam semua fan ilmunya, rerata masih menggunakan literatur berbahasa Arab.

Menyingkap Tumpukan Koran Medan 1919

Damiri Mahmud
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

BABAKAN Sastra Indonesia Modern lazim disebut baru dimulai awal 1920-an ketika roman “Siti Nurbaya” karya Marah Rusli terbit tahun 1922 dan “Percikan Permenungan” karya Rustam Efendi terbit tahun 1926. Salah satu syair Rustam Efendi yang sangat terkenal adalah “Bukan Beta Bijak Berperi” sebagai kredo yang menyatakan selamat tinggal kepada syair-syair lama dan dimulainya babakan sy air-syair baru yang mengandalkan kepada imajinasi individual. Demikian bunyinya:

Menyuarakan Pemikiran Kartini

Penulis Okky Mandasari mengambil spirit Kartini ke dalam karyanya
Ratu Selvi Agnesia
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

MENGAGUMI seorang tokoh seperti pejuang emansipasi, Raden Ajeng Kartini bukanlah taklit atau pemujaan. Penulis novel “Maryam” Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012, Okky Madasari merespona rasa kagumnya kepada Kartini—dalam pemikiran-pemikirannya sebagai inspirasi dan karya-karya. Namun Okky tetap ingin jadi dirinya sendiri.

Bu Geni di Bulan Desember

Arswendo Atmowiloto
Kompas, 2012/05/20

Bagi Bu Geni, semua bulan adalah Desember. Bulan lalu, sekarang ini, atau bulan depan berarti Desember. Maka kalau berhubungan dengannya, lebih baik tidak berpatokan kepada tanggal, melainkan hari. Kalau mengundang bilang saja Jumat dua Jumat lagi. Kalau mengatakan tanggal 17, bisa repot. Karena tanggal 17 belum tentu jatuh hari Jumat. Kalau memesan tanggal 17, bisa-bisa Bu Geni tidak datang sesuai hari yang dijanjikan.

Budi Dama: Guru Kepenulisan Kita

Kasnadi *
sastra-indonesia.com

Jika Anda pembaca sastra yang baik tentu kenal nama Budi Darma. Sosok menarik dalam dunia sastra Indonesia ini, banyak menulis novel, cerpen, dan juga esai. Keteladanannya dalam tradisi kepenulisan membulatkan niat Wahyudi Iswanto menulis biografinya. Di samping itu seorang Joko Pitono juga mngumpulkan pemikiran Budi Darma dalam judul Bahasa, Sastra, dan Budi Darma (2007). Pengarang kelahiran Rembang (Jawa Tengah) ini satu-satunya Doctor of Philosophy dari Amerika Serikat dengan spesialis penulisan kreatif sastra. Akhirnya, tidak salahlah jika ia dijadikan guru kepenulisan di Indonesia.

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com