Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Javed Paul Syatha

BENTUK YANG JUGA TAK BERBENTUK

Engkau mungkin tidak mengerti apa yang mengalir dalam samudra hati adalah gelombang fikir yang terlalu cepat menghempas dan menyeret bahkan menenggelamkan diri sendiri sebagai sesuatu yang tak berbentuk.

Mari berenang mengarungi laut sepanjang muara dalam bentuk yang juga tak berbentuk; mengantar matahari dengan keriangan cahaya yang membakar adalah pengetahuan dalam pengetahuan untuk merasuki kebenaran

Engkau tidak senang kekasih, merasai matahari bergulingan di dadamu. maka padam engkau membuyarkan cahaya dirimu sendiri ke luar matahari; dan sesuatu yang tak berbentuk yang berbeda menanti kembalinya matahari itu

Maka inilah cerita mengenai apa yang seharusnya kau lihat dalam pemahaman batin dan oleh karenanya menjadi tiada. kecuali…

Setelah ini kehidupan akan melepaskan segala nama dan tubuh lenyap tanpa sisa, menjadi cerita tentang cinta di sepanjang jalan yang pernah terlewati tanpa hakikat dan kehendak sesungguhnya; penuh sampah kefanaan. o, hampalah aku.

Lamongan, 2006



AKULAH CAHAYA

Bagaimana aku menangkap matahari yang tak terlihat yang melampaui segala cahaya; sedang aku bersama cahaya itu sendiri menjadi matahari menjadi satu titik pandang terjauh, menjadi jiwa bagi perjalanan tanpa batas.

Akulah menyelamatkan kebenaran dari jejak gerhana yang bersekutu pada pengembaraan mencari cahaya. O, kebajikan. Kalian tidak bisa menciptakan kebajikan, karena akulah kebenaran yang berkehendak menyingkap kebenaran itu sendiri.

Hai! keberadaan yang melampaui ketiadaan yang mula, aku bermurah hati dalam keberadaanmu yang tinggi. Akulah di rumah sucimu, kekasih sebagai petanda pandangan segala sesuatu yang tidak diketahui yang tersembunyi dan segala misteri menjadi tampak. Akulah dalam bahasa kebenaran membebaskan kebenaran dari perwujudan kebenaranmu, aku ada bersamasama dalam kebenaran; telah menegaskan penyebab dari segala sebab.

Matahari adalah sebuah muara dari aliran cahaya yang sangat kemilau dari segala waktu yang tertulis dalam jasad semesta. Inilah makna yang kusembunyikan itu dari penciptaan dan wujud tentang esensi yang tak terbatas; tapi siapa pencari telah mencapai ke segala suatu temuan!.

Duhai, aku kabarkan kefasihan yang indah, yang tiada dungu peroleh hakikat kebenaran dan keagungan. Dan engkau yang lenyap dari penerbangan engkau tidak akan menemukan jalan cahaya, engkaulah keterasingan itu; wahai pesakitan jiwa yang tak terselamatkan terjerembaklah engkau di hamparan pasir.

Lamongan, 2006

Komentar

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com