Sabtu, 20 Maret 2010

Gigitan Kritis “Penulis Nyamuk”

Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

Soe Hok Gie adalah “penulis nyamuk“. Arief Budiman menginformasikan bahwa Hok Gie memiliki kebiasaan tengah malam mengetik di ruang belakang rumah dalam gairah pemikiran dan renungan. Proses menulis itu ditemani atau direcoki oleh nyamuk dan lampu temaram. Keadaan ruang dan antusiasme menulis menjadi bukti heorik Hok Gie.

Nyamuk tidak bisa jadi alasan untuk tidak berpikir dan menulis. Nyamuk untuk orang lain adalah gangguan menyakitkan dan memancing emosi karena dengung dan gigitan. Hok Gie mungkin mengartikan nyamuk sebagai pirit dan kekuatan untuk menghasilkan ulisan menggigit dan menganggu pihak-pihak tertentu karena jadi sasaran kritik pedas dan lugas.

Tulisan-tulisan merek nyamuk dari Hok Gie bisa disimak melalui publikasi buku Catatan Seorang Demonstran, Di Bawah Lentera Merah, Zaman Peralihan, atau Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan. Tulisan-tulisan nyamuk justru mengena saat terpublikasikan melalui media Kompas, Sinar Harapan, Indonesia Raya, dan Mahasiswa Indonesia pada 1960-an.

Artikel atau reportase garapan Hok Gie kerap memikat pembaca dari kelas bawah sampai elite politik. Kekuatan nyamuk juga sanggup membuat para pejabat marah atau kalangan intelektual sengit menimpali dengan polemik.

Hok Gie memang legenda gairah keintelektualan dalam masa politik panas. Sikap kritis dan idealisme menjadi patokan untuk melakukan perlawanan, penyadaran, dan pencerahan dengan risiko kecaman, penjara, atau kematian. Hok Gie tidak melempem kendati represi politik telah memakan korban sekian kalangan intelektual, jurnalis, dan aktivis. Demonstrasi, artikel, diskusi, pendakian gunung, dan menonton film adalah realisasi memukau dari ambisi keintelektualan seorang pemuda dalam pelbagai dilema. Kesibukan itu mesti ditebus dengan keterasingan, kegagalan cinta, permusuhan, dan mencapai titik akhir pada kematian saat pendakian di Gunung Semeru.

Peristiwa kematian Hok Gie pada 16 Desember 1969 menjadi landasan untuk mengenangkan dan memetik hikmah biografis. Teman-teman Hok Gie memberi kesaksian dari ingatan-ingatan hampir punah.

Penelusuran jauh memang merepotkan tapi proses penulisan terus dilakukan agar ada pengekalan dan pewarisan catatan untuk siapa saja.
Penulisan pelbagai fragmen kehidupan Hok Gie dilakukan oleh pelbagai kalangan dengan niat memberi penghormatan dan memicu pembelajaran atas sosok-sosok fenomenal dalam impian menjadi Indonesia. Hok Gie adalah contoh dari persemaian spirit intelektual tanpa henti.

Antusiasme

Penerbitan buku ini mengesankan antusiasme membuka ruang ingatan atas peran intelektual dalam perbedaan latar zaman. Para penulis menulis dengan kesadaran atas tautan politik, ekonomi, pendidikan, sejarah, seni, keluarga, sastra, cinta, dan ekologi. Testimoni dari saksi hidup memang mencengangkan karena menjadi jalan mengenali sosok Hok Gie secara manusiawi dan penghindaran dari pengkultusan. Tulisan memukau disajikan oleh Kartini Sjahrir dengan titel “Surat Terbuka Ker Buat Gie.“ Tulisan dalam format surat ini menghadirkan sisi Gie dalam ambisi cinta dan pemikiran.

Kartini Sjahrir mengisahkan dengan intim, terbuka, dan mengejutkan terkait intimitas diri dengan Hok Gie ketika masa kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Kenangan dan ingatan atas pelbagai pengharapan.

A Dahana sebagai karib memberi pujian: “So Hok Gie adalah seorang Indonesia sejati yang sudah melupakan identitasnya sebagai seorang keturunan Tionghoa.“ Pujian ini muncul karena keterbukaan Hok Gie untuk ikut memberi arti pada proses pembentukan Indonesia tanpa rasa minder atas persepsi minoritas. Proyek menjadi Indonesia seperti jadi impian suci bagi Gie. Aktivitas keintelektualan adalah jalan untuk mencapai impian.

Pembacaan atas Indonesia dilakukan dengan kritis dan keberanian melancarkan gugatan atas kebijakan rezim Orde Lama dan Orde Baru ketika menghinakan rakyat. Perlawanan adalah keniscayaan.

Takdir Hok Gie itu pun memberi gairah besar pada Riri Reza dan Mira Lesmana untuk mengabadikan dalam tafsir film. Dua orang ini ikut menyumbang tulisan sebagai apresiasi atas ketokohan Hok Gie untuk menyemaikan proyek Indonesia bagi kalangan muda. Nicholas Saputra sebagai pemeran Gie dalam film itu juga memberi tulisan bertajuk “Catatan Seorang Aktor“. Tulisan ini adalah representasi dari hikmah Hok Gie untuk menjadi spirit kalangan muda merawat dan menggerakan Indonesia menuju terang.

Kontribusi film Gie memang memberi pengaruh signifikan untuk melengkapi kesuntukan pembaca tulisan-tulisan Gie.

Mozaik

Buku ini merupakan mozaik Gie karena menghadirkan tulisan-tulisan dari pelbagai kalangan dalam perspektif pluralistik. Pembaca diajak menikmati pelbagai tulisan dengan bumbu, aroma, dan kelezatan berbeda dari para kontributor: Rudy Badil, Jakob Oetama, Der Soz Gumilar Rusliwa Somantri, John Maxwell, Jimmy Harianto, Herman O Lantang, Cut Dewi Septisari, Luki Sutrisno Bekti, Ben Anderson, Hilmar Farid, Stanley Adi Prasetyo, dan lain-lain. Tulisan-tulisan Hok-gie di pelbagai koran juga turut dimuat dalam bagian akhir untuk mengantarkan pembaca pada afirmasi spirit keintelektualan secara kritis dan reflektif.

Hok-gie memang telah mati. Warisan tulisan dan pemikiran tentu memberi pada proyek menjadi Indonesia. Kematian Gie pada usia menjelang 27 tahun telah membuka sekian jalan untuk pembelajaran publik mengenai pelbagai hal terkait dengan eksistensi manusia, keindonesiaan, kekuatan nalar, nasionalisme, humanisme, dan lain-lain. Gie seperti memenuhi hikmah dari seorang filsuf Yunani: “Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.“ Silakan mengenang Gie.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Aziz Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aa Maulana Abdi Purnomo Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wachid B.S. Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Zamzam Noor Ach. Sulaiman Achdiar Redy Setiawan Adhitia Armitrianto Adhitya Ramadhan Adi Marsiela Adi Prasetyo Afrizal Malna Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Buchori Agus M. Irkham Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Wibowo Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Hasan MS Ahmad Ikhwan Susilo Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Rafiq Ahmad Sahal Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Ali Ibnu Anwar Ali Murtadho Alia Swastika Alunk S Tohank Amanda Stevi Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Aning Ayu Kusuma Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Suparyanto Anugrah Gio Pratama Anung Wendyartaka Aprinus Salam Ardi Bramantyo Arie MP Tamba Arief Junianto Arif Bagus Prasetyo Aris Setiawan Arman AZ Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Dudinov Ar Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayung Notonegoro Bagja Hidayat Balada Bale Aksara Balok Sf Bambang Kariyawan Ys Bambang Kempling Bandung Mawardi Baridul Islam Pr Bayu Agustari Adha Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Berita Berita Utama Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Boni Dwi Pramudyanto Bonnie Triyana Boy Mihaballo Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman Sudjatmiko Bulqia Mas’ud Bung Tomo Burhanuddin Bella Cak Kandar Catatan Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chairul Abshar Chamim Kohari Chandra Johan Chavchay Syaifullah Cover Buku Cucuk Espe D. Dudu AR D. Kemalawati D. Zawawi Imron Dadang Kusnandar Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darmanto Jatman David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Muhtadi Dedy Tri Riyadi Deni Andriana Denny JA Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Dewi Rina Cahyani Dian Dian Hartati Dian Sukarno Dina Oktaviani Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Dino Umahuk Djadjat Sudradjat Djoko Pitono Djoko Saryono Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwi Wiyana Dwicipta E. Syahputra Ebiet G. Ade Eddy Flo Fernando Edi Sembiring Edy Firmansyah Eep Saefulloh Fatah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Ekky Siwabessy Eko Darmoko Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil WE Endah Wahyuningsih Endhiq Anang P Erwin Y. Salim Esai Esha Tegar Putra Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faisal Kamandobat Faiz Manshur Fajar Kurnianto Fajar Setiawan Roekminto Fakhrunnas MA Jabbar Farid Gaban Fathan Mubarak Fathurrahman Karyadi Fatkhul Anas Fazar Muhardi Febby Fortinella Rusmoyo Felik K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Fitri Yani Frans Ekodhanto Frans Sartono Franz Kafka Fredric Jameson Friedrich Nietzsche Fuad Anshori Fuska Sani Evani G30S/PKI Gampang Prawoto Ganug Nugroho Adi Geger Riyanto Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gibb Gilang Abdul Aziz Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gugun El-Guyanie Gunoto Saparie Gusti Eka H.B. Jassin Hadi Napster Hadriani Pudjiarti Halim H.D. Hamdy Salad Han Gagas Handoko Adinugroho Happy Ied Mubarak Hardi Hamzah Harfiyah Widiawati Hari Puisi Indonesia (HPI) Hari Santoso Harie Insani Putra Haris del Hakim Haris Priyatna Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Helmi Y Haska Helwatin Najwa Hendra Sugiantoro Hendri R.H Hendry CH Bangun Henry Ismono Hepi Andi Bastoni Heri KLM Heri Latief Herie Purwanto Herman Rn Heru CN Heru Joni Putra Hudan Hidayat Hudan Nur I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Nyoman Tingkat I Tito Sianipar Ibnu Wahyudi Icha Rastika Idha Saraswati Ignas Kleden Ignatius Haryanto Ilenk Rembulan Ilham Q Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahyadi Indra Tranggono Irfan Budiman Ismi Wahid Istiqamatunnisak Iwan Komindo Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iyut FItra Izzatul Jannah J Anto J.S. Badudu Jafar M. Sidik Jamal D Rahman Jamal T. Suryanata Jamil Massa Janual Aidi Januardi Husin Javed Paul Syatha Jefri al Malay JJ Kusni JJ Rizal Jo Batara Surya Jodhi Yudono Johan Khoirul Zaman Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Joss Wibisono Jual Buku Paket Hemat Judyane Koz Jusuf AN Karkono Kasnadi Katrin Bandel Kedai Kopi Sastra Kedung Darma Romansha Ken Rahatmi Khairul Amin Khairul Mufid Jr Khoshshol Fairuz Kirana Kejora Koh Young Hun Komang Ira Puspitaningsih Komunitas Deo Gratias Kostela (Komunitas Sastra Teater Lamongan) Kritik Sastra Kurniawan Kurniawan Junaedhie Lan Fang Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lela Siti Nurlaila Lidia Mayangsari Lie Charlie Liestyo Ambarwati Khohar Liza Wahyuninto Lukas Adi Prasetyo Luky Setyarini Lutfi Mardiansyah M Fadjroel Rachman M. Arman A.Z M. Arwan Hamidi M. Faizi M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S M. Mustafied M. Nahdiansyah Abdi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Mainteater Bandung Maman S. Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Bo Niok Mario F. Lawi Mark Hanusz Marsudi Fitro Wibowo Martin Aleida Martin Suryajaya Marwanto Maryati Mashuri Matdon Matroni A. el-Moezany Maya Mustika K. Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri Mezra E. Pellondou MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mihar Harahap Mila Novita Misbahus Surur Muhajir Arrosyid Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ali Fakih Muhammad Amin Muhammad Antakusuma Muhammad Iqbal Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Mulyadi J. Amalik Munawir Aziz Murparsaulian Musdalifah Fachri Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W. Hasyim N. Syamsuddin CH. Haesy Naskah Teater Nazaruddin Azhar Nelson Alwi Nenden Lilis A Neni Nureani Ni Putu Rastiti Nirwan Dewanto Nita Zakiyah Noor H. Dee Noval Jubbek Novel Nur Faizah Nur Syam Nur Wahida Idris Nurani Soyomukti Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurrudien Asyhadie Nurul Anam Nurul Hadi Koclok Nurur Rokhmah Bintari Nuryana Asmaudi Odi Shalahuddin Oei Hiem Hwie Okky Madasari Okta Adetya Olivia Kristina Sinaga Otto Sukatno CR Oyos Saroso HN Pablo Neruda Pamusuk Eneste Pandu Radea Parakitri Parulian Scott L. Tobing PDS H.B. Jassin Pengantar Buku Kritik Sastra Pepih Nugraha Pesan Al Quran untuk Sastrawan Petrik Matanasi Pipiet Senja Pitoyo Boedi Setiawan Ponorogo Pramoedya Ananta Toer Pringadi Abdi Surya Prof Dr Faisal Ismail MA Prosa Puisi PuJa Puji Santosa Pungkit Wijaya PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Setia Putu Wijaya R. Toto Sugiharto Radhar Panca Dahana Ragil Supriyatno Samid Rahmat Sudirman Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Ramadhan Pohan Rameli Agam Ramon Damora Ranang Aji SP Ratih Kumala Ratna Ajeng Tejomukti Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reko Alum Reny Sri Ayu Resensi Revolusi RF. Dhonna Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rosdiansyah Rukardi S Yoga S. Jai S. Satya Dharma S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabiq Carebesth Sabpri Piliang Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saifur Rohman Sainul Hermawan Sajak Sal Murgiyanto Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salyaputra Samsudin Adlawi Sandipras Sanggar Pasir Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Saroni Asikin Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Perlawanan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP Ponorogo Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shafwan Hadi Umry Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Irni Nidya Nurfitri Siti Rutmawati Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofian Dwi Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad St Sularto Sudarmoko Sulaiman Tripa Sultan Yohana Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Suroto Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaiful Amin Syarif Hidayat Santoso Syarifudin Syifa Amori Syifa Aulia Tajuddin Noor Ganie Tantri Pranashinta Tanzil Hernadi Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theo Uheng Koban Uer Theresia Purbandini Thowaf Zuharon Tien Rostini Titian Sandhyati Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjoet Nyak Dhien Toef Jaeger Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Tri Wahono Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udin Badruddin Udo Z. Karzi Umar Fauzi Umbu Landu Paranggi Umi Laila Sari Umi Lestari Universitas Indonesia Untung Wahyudi Virdika Rizky Utama Vyan Taswirul Afkar W.S. Rendra Wahyu Prasetya Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Adi Tirta Widi Wastuti Wiji Thukul Wisnu Kisawa Wiwik Widayaningtias Y. Thendra BP Yona Primadesi Yosephine Maryati Yosi M Giri Yudhis M. Burhanuddin Yulizar Fadli Yurnaldi Yusri Fajar Yuyuk Sugarman Zainal Arifin Thoha Zaki Zubaidi Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zehan Zareez Zulkarnain Zubairi