Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Anak Dari Masa Lalu

Ahmad Kekal Hamdani
http://ahmadkekalhamdani.blogspot.com/

kaum gelandangan yang mendengkur pulas seperti
huruf kanji kumal di emper-emper pertokoan cina
tak pernah terjamah tangan-tangan puisi kita
sebab tak mengandung nilai sastra
-Wiji Tukul

*
Tentu saya tidak pernah benar-benar ingat, kapan bermula pertemuan saya dengan sebuah buku. Buku yang kemudian membawa saya entah di alam mana saya pernah hidup. Di atas lembaran-lembaran dengan simbol-simbol aneh itu; sejarah, peristiwa dan tragedi seperti telah menjadi dirinya sendiri. Siapa menyangka, bahwa saya merasa mengenal nenek moyang lewat sebuah buku? Nama-nama kota yang belum pernah saya singgahi, bagaimana orang-orang di dalamnya berinteraksi, ada banyak hal dalam buku, dan tidak mudah menceritakan semua dengan perasaan gembira atau miris-perih terhadap itu semua. Tentu kau boleh tersenyum kecut, pun tiba-tiba memelukku! Seperti kita pernah dibesarkan dari aksara dan paragraf yang sama, sebuah sepatu boat, palu-arit, kaligrafi bertuliska…

Menuju Kematian yang Puitis

Misbahus Surur*
http://www.lampungpost.com/

Manusia jamaknya memang selalu merasa alergi saat berhadapan dengan ihwal kematian. Seolah kematian terus-menerus mengeram dalam ceruk kekhawatiran.

KEDATANGAN maut adalah ujung bagi waktu yang membeku, juga seperti lupa yang merenggut ingatan kita. Maut menderu-deru seperti angin, menjerit di pori-pori nyawa. Berburu waktu dengan manusia, meski akhirnya ia menyeringai di depan dengan genggaman temali kepastian. Maut bagai kutukan yang merangsek ke dalam hidup, berselubung misteri dan teka-teki. Dan Tuhan sengaja tak memberi manusia porsi pengetahuan yang memadai untuk mengungkapnya. Manusia hanya terus diiming-iming, bahwa saatnya nanti ia akan bertemu ajal. Meski ingatan perihal itu tak kunjung membikin manusia takluk.

Hidup hanya menunda kekalahan, kata Chairil Anwar dalam sajak Derai-derai Cemara. Kekalahan yang boleh jadi tersirat di pikiran Chairil saat itu sebagai ketakutan manusia akan tibanya ajal/mati. Sebuah kekalahan telak, karena ta…

Rekam Jejak Sastra Indonesia

Judul Buku: Seratus Buku Sastra Indonesia Yang Perlu Dibaca Sebelum Dikuburkan
Penulis: An. Ismanto, Anna Elfira, AR Fiana, As’adi Muhammad, Burhan Fanani, FF Armadita, Fairuzul Mumtaz, Lukmanul Hakim, Minan Nuri Rahman, Mindiptono Akbar, M. Fahmi Amrulloh, Mujibur Rohman, Rhoma Dwi Aria Yuliantri, Ridwan Munawwar, Wahmuji.
Editor: An. Ismanto
Penerbit: I:BOEKOE
Tahun: 2009
Tebal: 1001 hlm
Peresensi: Fuad Anshori*
http://www.surabayapost.co.id/

Kita mengenal banyak karya sastra. Ada banyak karya sastra melegenda di dunia. Kita kenal karya Williams Shakespeare, Leo Tolstoy, Virginia Woolf, dan lain sebagainya. Akan tetapi seringkali kita sangat mengenal siapa para sastrawan Barat, dan kita sendiri terkadang mengabaikan tentang perkembangan karya sastra Indonesia sendiri.

Dunia sastra Indonesia telah menghasilkan beragam karya yang nyaris tak terhitung jumlahnya, baik karya sastra yang termasuk dalam kategori bermutu hingga yang terkesan picisan. Penerbit Indonesia Buku (I:BOEKOE), mencoba memet…

Perempuan yang Mematahkan Nasib

Mustofa W. Hasyim
http://www.jawapos.co.id/

MANUSIA memerlukan impian. Yaitu, imajinasi tentang masa depan. Mengapa? Sebab, impian adalah ruang bagi hadir dan berbiaknya benih harapan. Makin lebar dan luas ruang impian, makin mudah bagi seseorang membiakkan harapannya dan makin mudah baginya untuk menjelajahi masa depan. Imajinasi masa depan dapat menjadi tampak lebih nyata dan tidak samar-samar lagi. Dengan demikian, ini bisa menjadi rujukan manusia dalam melangkahkan hidupnya.

Dalam sebuah kisah sukses, tokoh sekaliber Mas Agung, ketika menjadi pedagang kecil, di rumahnya dia sudah menyimpan maket toko besar. Maket toko besar yang menjadi wujud impiannya itu tiap hari dia tatap mantap-mantap dan dia yakin-yakinkan kepada dirinya bahwa suatu hari akan menjadi kenyataan. Betul, dia mampu mewujudkan impiannya dan mampu membiakkan harapannya menjadi sesuatu yang secara nyata dapat dia rasakan sebagai sukses hidup itu.

Bayangkan jika manusia tidak memiliki atau tidak mampu membangun impianny…

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com