Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

‘Puisi Saya Antitesis Puisi W Haryanto’

Indra Tjahjadi
Pewawancara: R. Giryadi
Suara Indonesia, 20 September 2005

Sejak berkenalan dengan W. Hariyanto, Indra Tjahja dimengakui mulai belajar menulis puisi. Energi kreatrf kepenyairannya diakui, selain lewat buku-buku bacaan tetapi lewat perkenalannya dengan penyair W.Hariyanto. Karena tertarik dengan bahasa ungkap puisi W. Hariyanto, Indra berusaha ‘mempelajari’ gaya penulisan W. Hariyanto, dengan mencoba menjadi ‘juru ketik’ puisi-puisi W.Hariyanto. “Tetapi anehnya setelah saya membuat puisi, justru menjadi antitesis dari pemikiran We,” kata Indra kepada R. Giryadi wartawan Suara Indonesia dikediamannya Jl. Potro Agung II/5 Surabaya, Sabtu (20/11).

Pemikiran Keagamaan Irshad Mandji

Sartika Dian Nuraini *
http://jejerwadonsolo.wordpress.com

Saya membuka lembaran-lembaran dua buku Irshad Manji, Beriman Tanpa Rasa Takut (The Trouble with Islam Today: A Wake-Up Call for Honesty and Change) dan buku Allah, Liberty and Love: Sebuah Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan (Allah, Liberty and Love: the Courage to Reconcile Faith and Freedom). Saya mencoba membuat sketsa pemikiran Irshad Manji, meski kehadiran tubuhnya (yang konon lesbian tapi tak seorang Indonesia pun yang sampai saat ini bisa membuktikan) ditolak berdiskusi dan berdialog dengan umat Islam Indonesia.

Sastrawan Batubara yang Terlupakan

Damiri Mahmud
Harian Analisa, 4 Nov 2012

Para seniman dan budayawan Kabupaten Batubara sangat terkesan mengingat kembali bahwa di daerah mereka Kabupaten Batubara yang dimekarkan dari Kabupaten Asahan pernah eksis seniman dan sastrawan besar yang selama ini seperti terlupakan. Seperti yang saya kemukakan dalam “Dialog Kebudayaan” yang digelar oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata bertempat di Balai Resto baru-baru ini, para seniman dan sastrawan dari sini telah mengukir pena mereka dalam mengisi khazanah sastra Indonesia Modern.

Ketika Sastrawan Hamsad Rangkuti Menderita Sakit

Parulian Scott L. Tobing
Harian Analisa, 6 Des 2012

Sebagai mahasiswa baru dan orang baru di kota Medan ini, banyak tempat dan istilah yang baru bagi saya. Saya lahir di Surabaya, gede di Tangerang dan menemukan hal-hal unik di Medan ini. Satu hal yaitu istilah “titi”, yang tidak ditemukan di Jabodetabek. Sebulan lalu saya diajak teman menikmati mie aceh di Titi Bobrok. Kemudian ada teman mengajak ke Titipapan dekat Sikambing dan Titirantai yang tidak begitu jauh dari kampusku. Ini mengingatkanku dengan pengarang cerpen senior yang terkenal, Hamsad Rangkuti yang lahir di Titikuning.

Sastra Cuma Sebuah Dunia Kata-kata

Shafwan Hadi Umry
Harian Analisa, 25 Nov 2012

Tantangan bagi seorang penyair menemukan kata-kata untuk suatu imajinasi yang sudah menyembul tapi belum tertangkap dalam kata, belum mengendap dalam bentuk. Dengan kata ia menjangkau ruang dan penggunaan bahasa secara kreatif. Kenyataan bahwa karya sastra mempunyai tradisinya sendiri sehingga suatu karya sastra selalu menolak meski tak secara total unsur yang ada pada karya sebelumnya.

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com