Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Tubuh yang Berkata-kata

Rakhmat Giryadi*
http://teaterapakah.blogspot.com/

Judul Buku: Antonin Artaud Ledakan dan Bom
Judul Asli: Blows and Bombs
Penulis: Stephen Barber
Penerjemah: Max Arifin
Penerbit: Dewan Kesenian Jakarta
Tahun Terbit I, Agustus 2006
Tebal, 200 + xxiv halaman

Antonin Artaud lahir dengan nama Antoine Marie Joseph Artaud, pada 4 September 1896, di dekakat kebun binatang Marseilles, Perancis. Artaud sendiri dalam berbagai kesempatan sering mengganti dan merusak namanya. Ia pernah mengganti namanya menjadi Eno Dailor untuk beberapa naskah awal Surrealisnya. Bahkan dalam satu periode ia mengumumkan ‘My name must disappear’ (namaku harus lenyap). Bahkan ia tak bernama sama sekali awal penahanannya di azilum. Usai pembebasannya di azilum ia memakai nama samaran ‘le Momo’ (bahasa slang Marseilles yang berarti si idiot, bodoh, atau ndeso).

Kehidupan Artaud merupakan tragedy besar, kegagalan dahsat datang silih berganti, dan tekanan demi tekanan. Tetapi ia memiliki semacam kekuatan magis dan kemapuan monume…

Kekejaman Orde Baru di Mata Mochtar Lubis

Judul: Nirbaya, catatan Harian Mochtar Lubis dalam Penjara Orde Baru
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: LSPP dan Obor
Tebal: xi +142 halaman
Tahun: April, 2008
Peresensi: A.J. Susmana*
http://www.lampungpost.com/

Dalam situasi yang sepi dan seakan tak ada yang dapat dikerjakan lagi, sering menulis catatan harian yang sering dianggap sepele justru suatu saat akan menjadi catatan yang penting dan berguna.

Sudah banyak contoh, terlebih catatan-catatan dari penjara. Misalnya catatan harian Anne Frank di saat sembunyi dari kejaran Nazi dan catatan harian Antonio Gramsci di dalam penjara fascis Mussolini. Di Indonesia pun kita kenal "catatan harian" Ahmad Wahib dan "catatan harian" Soe Hok Gie.

Kini setelah hampir 30 tahun beredar di luar negeri dan dalam Bahasa Belanda: Kampdagboek, rakyat Indonesia pun dapat membaca catatan harian Mochtar Lubis di dalam Penjara Orde Baru yang kini juga memasuki dunia perbukuan di Indonesia. Kali ini Mochtar Lubis menulis catatan hariannya dalam d…

MANUSIA KELELAWAR RESEP KEPENULISAN YATI SETIAWAN

Sutejo
Ponorogo Pos

Masih ada yang tersisa di balik pelepasan Budi Darma sebagai guru besar Unesa tanggal 8 Desember 2007 lalu. Di balik cerita para penulis macam Lang Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Yati Setiawan, seorang ibu rumah tangga yang berkarya banyak bercerita tentang pengalaman kepenulisannya. Sebuah perjalanan yang menarik untuk dipelajari. Yati Setiawan sendiri adalah isteri dosen Unesa yang juga menulis: Wawan Setiawan.

De Winst, Kesaksian Novel Poskolonial

A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Sebagai salah satu novel sejarah, De Winst merupakan salah satu karya sastra yang laik diziarahi. Novel setebal 336 halaman ini, menenun kisahnya ihwal jama’ah pelajar Indonesia di negeri Belanda, Indonesische Vereniging (IV), atau di Hindia lebih familiar dengan sebutan Perhimpunan Indonesia (PI).

Afifah Afra, novelis muda jebolan jurusan biologi kampus negeri di Solo, yang juga merupakan anggota dari forum komunitas penulis FLP yang memiliki cabang hampir di seluruh Indonesia tersebut, senang bergelut dengan cerita berlatar sejarah. Di tengah gemerlap hajatan sastra Islami yang digeluti komunitasnya, ia kadang setia bertahan dengan sajian cerita-cerita sejarahnya yang kental, menggugah inspirasi. Terlebih, dengan bubuhan gambar di setiap lekuk badan novel ini, membuat pembaca makin termanjakan.

Sedikit beda dengan karya jamak penulis FLP lainnya. Karya ini mengingatkan kita pada sebuah jejak-rekam kesengsaraan inlander oleh sistem tana…

TKW di Antara Dua Hati

Judul: Sumi; Jejak Cinta Perempuan Gila
Penulis: Maria Bo Niok
Penerbit: Arti Bumi Intaran, Yogyakarta
Tahun: 2008
Tebal: 200 halaman
Peresensi: Sungatno*
http://cawanaksara.blogspot.com/

Penulis yang memiliki nama asli Siti Mariam Ghozali ini, mengangkat cerita-cerita yang bertema kehidupan para tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang mengais rejeki di negeri seberang. Dalam novel ini, penulis bercerita tentang tokoh utama Sumi; perempuan desa yang miskin, lugu, sopan-santun, dan cekatan bekerja, hingga menjadi perempuan yang menaikkan status sosial keluarganya. Dengan modal tabungan harta kekayaan dan postur fisiknya yang lebih cantik daripada sebelumnya, Sumi dan keluarganya akhirnya disegani masyarakat sekitar.

Sumi dari sebuah keluarga miskin di sebuah desa yang mayoritas generasi mudanya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sumi sendiri, hanya mampu sekolah hingga akhir sekolah menengah pertama. Sebagai ganti sekolah, Sumi membantu keluarga memproduksi bahan b…

SASTRAWAN INDONESIA PASCA-ANGKATAN 66

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

BAGIAN I

Masalah angkatan dalam pelajaran kesusastraan Indonesia di sekolah-sekolah sering kali merepotkan para guru. Apakah setelah Angkatan 66, tidak ada lagi angkatan yang lahir kemudian? Jika ada, angkatan apakah namanya? Siapa pula yang termasuk angkatan ini dan apa saja karya yang telah dihasilkannya? Apa pula ciri-ciri yang menonjol yang diperlihatkan Angkatan pasca-66, sehingga ia berbeda dengan Angkatan 66?

Begitulah, sejumlah pertanyaan itu --yang diajukan siswa-- kerap membuat para guru sastra “gelagapan”. Persoalannya bukan karena ketidakmampuan para guru untuk menjawab pertanyaan itu, melainkan lebih disebabkan oleh kekhawatiran mereka jika jawabannya salah. Lebih jauh lagi, kekhawatairan, bagaimana jika kemudian pertanyaan sejenis itu, muncul dalam soal-soal Ebtanas (Evaluasi Belajar Tingkat Nasional/Ujian). Lalu, bagaimanakah para guru harus bersikap atau mencoba menerangkan duduk persoalannya?

Dalam kaitannya dengan masalah te…

Pahlawan Sejati

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Seperti kerlip bintang di tengah lautan bagi nelayan, yang kita perlukan hanya cahaya kecil di dalam gelap. Tetap setia menyala dalam badai dan hujan, membentuk jiwa manusia supaya berjuang mengalahkan nasib, membawa seluruh cita-citanya menjadi kenyataan.

Bahkan ketika tidak seorang pelaut pun memandang ke langit, ketika tidak seorang pun manusia bimbang kehilangan peta, cahaya itu harus terus berkobar untuk dirinya sendiri

Pahlawan sejati adalah cahaya yang menuntun rakyat ke tujuan. Menemani langkah setiap orang menembus kemelut hidup menuju terang. Membisikkan pesan agar selalu memenangkan kebenaran. Dia jadikan hidup sebuah pertempuran panjang dengan pengabdian, pengorbanan demi kebahagiaan bersama.

Direbutnya kemerdekaan, dituntunnya perbedaan menjadi kelebihan, hingga negeri puluhan ribu pulau, ratusan bahasa, berbagai suku bangsa- dan panutan hidup, serta keyakinan ini, damai berdampingan dalam keragaman.

Pahlawan sejati adalah sebuah pet…

Psychedelic Campur Sari

Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/

Seni musik ternyata tidak harus dimengerti untuk bisa dinikmati. Begitupula dengan aliran psychedelic yang mencuatkan sejumlah band legendaris seperti Pink Flyod dan Coldplay.

Di Indonesia, aliran ini diikuti oleh sebuah band baru asal kota gudeg yang beranggotakan Mohammad Risky Sasono (vocal, gitar), Erwin Subiyantoro (jazz, blues gitar), Nadya Octaria Hatta (keyboard/piano), Sevri Hadi (rock n roll Drum), Dony Kurniawan (Bas). Band yang menamakan dirinya Risky Summerbee dan The Honeythief ini menawarkan musik yang tak lazim seperti mainstream musik Indonesia lainnya.

Dua tahun yang lalu, Mohammad Risky Sasono yang aktif menciptakan musik di balik sekian banyak pertunjukan kelompok Teater Garasi, memiliki pandangan berbeda tentang musik. Pengalamannya sebagai musisi mengantarkannya bertemu anak muda lainnya yang memiliki visi dan musik yang sejenis. Mereka pun sepakat membentuk Risky Summerbee dan The Honeythief.

Bermodalkan niat mengekspres…

Menulis Tak Sekadar Mencari Juara

Musdalifah Fachri
http://jurnalnasional.com/
Tak lepas dari bimbingan teman-temannya, Reza mengukir prestasi membuat karya tulis.

BERBEKAL semangat untuk melakukan perubahan yang positif, Reza Taufiq, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) giat menorehkan ide dan gagasannya pada sejumlah tulisan. Hasil analisa dalam bentuk tulisan tersebut kemudian diperlombakan pada sejumlah kompetisi tingkat perguruan tinggi dan nasional.

Pemuda berkaca mata minus ini pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang ekonomi, sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Lomba itu digelar Fakultas Ekonomi (FE) UNJ tahun 2006.

Setahun kemudian, ia jadi juara 3 pada lomba karya tulis ilmiah bidang ekonomi syariah di Universitas Lampung (Unila), Lampung. Pada tahun yang sama dalam lomba karya tulis bidang sanitasi lingkungan tingkat DKI Jakarta, ia mengantongi juara 2.

Dan dua tahun berturut-turut (2007-2008), Reza, panggilan akrabnya, berhasil merebut juara 1 pada lomb…

Dari Tubuh Menuju Teks

Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/

Seorang perempuan menelungkupkan kepala di atas meja. Dari mulutnya terlontar igauan-igauan keras mengenai grafik pemeliharaan, grafik penghancuran, rencana regional, rencana tata ruang, konstruksi pembangunan negara-negara miskin.

Perempuan bernama Fitri itu seolah menjadi potret kegilaan kehidupan kota besar. Tekanan hidup membuat dia dan sebagian besar manusia urban lainnya merasa teralienasi bahkan oleh masa lalunya sendiri.

Untuk mengisi ceruk hati yang kosong mereka membentuk sebuah percintaan banyak segi. Meski tahu itu bukan bentuk ideal, namun mereka yang tercerabut dari akar tak sanggup untuk menolaknya.

Fenomena sosial seperti kegamangan sikap dan situasi psikologis masyarakat modern itu menggelitik naluri kreatif Teater Kami untuk mengangkatnya ke atas panggung. Kemudian dari tangan dingin seorang Harris Priadie Bah lahirlah sebuah pertunjukan teater yang mengharmonisasikan antara tubuh dan teks.

Lahir di Jakarta 20 tahun silam, Teater…

Peranan Sastra

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Dengan pembatasan yang ugal-ugalan — “sastra adalah semua bentuk ekspresi dengan bahasa sebagai basisnya” — wilayah sastra jadi merebak, merengkuh daerah yang sangat luas. Ke dalamnya sudah tercakup sastra lisan maupun tulisan.

Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa.

Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra.

Bagaimana dengan puisi da…

TABUNGAN ORANG KECIL

Tien Rostini
http://republika.co.id/

Sam menimang-nimang patung macan yang tengahnya kopong. Lelaki bertubuh jangkung itu sedang mencoba menaksir jumlah recehan yang ia cemplungkan setiap mendapatkannya dari warung saat belanja.

"Mau diapakan si macan, Mas? Katanya tidak mau membolonginya kalau belum penuh." Suara Marni mengejutkan sang suami yang masih asyik dengan binatang tanahnya.

"Ah, tidak diapa-apakan. Aku cuma iseng kepingin menaksir jumlah isi perutnya."

Marni tersenyum tipis sekilas. Di dadanya mendadak ada rasa perih melintas. Suaminya berjuang keras setiap hari sebagai petugas kebersihan kota. Habis salat Subuh sudah mulai mengayunkan sapu lidi di jalan. Jika ada keramaian, pekerjaan Sam akan bertambah karena limpahan sampah akan membanjiri jalan.

Perlahan Sam meletakkan patung macan duduknya di atas bupet kepala tempat tidur kayu model lama. Ia mundur beberapa jengkal dan dengan hati-hati meletakkan pantatnya di pingir dipan.

Mata Sam berpindah pada kalender …

Gumam Lirih Perlawanan Puisi

Alex R. Nainggolan*
http://www.lampungpost.com/

Catatan Antologi Puisi Ahda Imran: 'Penunggang Kuda Negeri Malam'

Jika seorang penyair menulis sajak-sajak sosial, barangkali sudah biasa. Realitas telanjang tentang carut-marut kehidupan, kebobrokan, kesewenangan, penindasan, kekalahan masyarakat lemah, sudah banyak kita dapati dalam berbagai kumpulan sajak.

Di deretan penyair yang menulis sajak-sajak sosial itu, kita mencatat beberapa nama: W.S. Rendra, Taufiq Ismail, Wiji Thukul, Agus R. Sarjono, dsb. Sebagian besar sajak yang ditulis para penyair tersebut dengan ligat menelantarkan kita pada potret kondisi masyarakat; potret yang memang dihadapkan pada kita secara face to face. Ibarat kita becermin, sebagian besar sajak itu memang terasa, bila kejadian-kejadian tersebut memang (sedang) berlangsung. Atau barangkali kita sendiri yang sedang mengalami.

Tapi, Ahda Imran lain. Membaca antologi puisi terbarunya Penunggang Kuda Negeri Malam (Akar Indonesia, Mei 2008), saya seperti diajak…

PUISI-PUISI MIMBAR LAWEN NEWAL

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Lawen Newal yang kiprah kepenyairannya juga dikenal dengan nama Junewal Muchtar adalah salah seorang penyair penting Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Meski begitu, kiprah kepenyairannya telah memantapkan dirinya, bahwa sosok Lawen Newal adalah penyair yang di kawasan Riau, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, mempunyai tempat tersendiri yang kokoh—kuat. Dua karya sebelumnya, Batu Api (1999) dan Perjalanan Darah ke Kota (2003) memperlihatkan kegelisahannya dalam tarik-menarik masa lalu puak Melayu yang ditaburi puisi-puisi tradisional yang tiada henti terus mengalirkan tradisi, di satu sisi, dan perubahan sosial dalam arus perkembangan zaman pada sisi yang lain. Jadi, semangatnya kulturalnya adalah: satu kaki berada dalam ibu budaya yang melahirkan dan membesarkannya, dan satu kaki lainnya gamang menginjak Indonesia yang dalam pandangannya, mencemaskan.

Dalam serangkaian pembacaan puisinya, Lawen kerap tampil menderapkan spontanitas, ke…

Sastra-Indonesia.com

PUstakapuJAngga.com